+1

Tebing Breksi, Wisata di Jogja yang Selalu Menjadi Daya Tarik Bagi Pengunjung

wisata di jogja 5 months ago 0


Ratusan wisatawan datang silih-berganti mulai memadati obyek wisata Tebing Breksi, yaitu salah satu tempat wisata di Jogja yang lokasinya terletak di Kecamatan Prambanan, Sleman pada libur lebaran H+3, Selasa (27/6/2017). Taman Tebing Breksi ini merupakan destinasi wisata baru di wilayah Sleman bagian timur.


Tebing breksi berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. Kawasan itu juga berdekatan dengan obyek wisata Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Candi Kalasan, Candi Ijo, Candi Banyunibo dan Candi Barong. 


Untuk menuju lokasi dari simpang tiga Candi Prambanan atau Pasar Prambanan menuju arah selatan Jalan raya Prambanan-Piyungan, Bantul sekitar 2,5 km kemudian berbelok kiri mengikuti arah penunjuk jalan yang telah dibuat Pemkab Sleman.


Sedangkan dari arah selatan Jalan Wonosari, dari simpang tiga Piyungan ke arah utara lebih kurang 6 km. Di simpang tiga sudah ada warga yang bertugas mengarahkan wisatawan yang hendak menuju lokasi. Sekitar 1 km dari Jl Prambanan-Piyungan ke arah timur atau arah Candi Ijo, sudah sampai lokasi.


Tebing breksi dulunya merupakan bekas penambangan batu kapur yang telah ditutup. Areal penambangan batu kapur yang luas itu masih tersisa tebing kapur yang menjulang tinggi. Bekas galian penambangan itu membentuk guratan-guratan di batu yang tampak indah seperti kue lapis.

Karena sudah ditutup sejak tahun 2015 itu, oleh warga kemudian dikelola bersama sebagai obyek wisata alam. Sampai saat ini sudah banyak wisatawan datang berkunjung di kawasan itu.

Untuk masuk lokasi, cukup murah dengan membayar tiket parkir sepeda motor Rp 2 ribu dan sumbangan sukarela baik rombongan atau perseorangan.


Pengunjung bisa berfoto-foto berbagai tempat yang telah disediakan pengelola. Di puncak bukit juga telah dipasang besi pengaman mengelilingi agar pengunjung aman dan tidak jauh.


Ada banyak spot untuk berfoto seperti di tangga batu kapur menuju puncak bukit, ukiran atau pahatan wayang dan naga yang menempel di salah satu dinding. Selain itu di bagian bawah bukit yakni di panggung pementasan pengelola juga menyiapkan hiburan musik.


Salah satu pengunjung Dedi Burhanudin asal Tasikmalaya, Jawa Barat mengungkapkan tempatnya menarik untuk dikunjungi karena ada tebing batu kapur yang indah. Mereka datang berombongan setelah berlebaran di Klaten selama 3 hari. Pada hari mulai mengunjungi Keraton Ratu Boko.

"Tiket murah dan mudah dijangkau. Selain itu ada banyak obyek wisata candi di sekitar," katanya


Sumber: detik