0
madusuburmax 2 months ago 0

Aplikasi UMKM dan Sarana Pendamping UMKM Konektifa Perkembangan usaha menjadi sebuah prioritas yang selalu diinginkan oleh setiap pelaku bisnis UMKM. Bagi siapa saja para pelaku usaha utamanya dibidang mikro, kecil dan menengah selalu berharap dan bercita-cita agar usahanya yang dimulai dari kecil bisa menjadi besar dan bisa menjadikan pemiliknya sebagai pengusaha yang sukses.


Membuat usaha maju memang banyak aspek yang bisa mempengaruhi salah satunya pendampingan umkm agar naik kelas. Pendampingan umkm ini bisa dilakukan baik itu secara perorangan ataupun lembaga yang memang memiliki perhatian yang tinggi terhadap pengembangan umkm.


Peran pendamping sangat menentukan keberhasilan UMKM naik kelas,karena pendamping diharapkan sebagai motivator, melakukan konsultasi bisnis, melakukan pendampingan UMKM mempromosikan produk-produk unggulan, membantu mengakses pembiayaan, ataupun peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan bisnis, skill manajerial dan peningkatan jaringan pemasaran UMKM.

Berkaitan dengan pendampingan, proses fasilitasi dan dukungan berbagai aspek demi pengembangan usaha akan diberikan oleh seorang konsultan atau pendamping umkm dalam membuat pelaku usaha mampu berkembang dan berjalan sesuai jalur usahanya. Memang pada dasarnya setiap usaha akan mengalami berbagai masalah yang dapat menggangu usaha itu sendiri baik itu dari aspek permodalan atau pembiayaan, manajemen baik itu SDM, keuangan, pemasaran kemudian masalah produk dan lainnya.


Peran pendampingan inilah Apa Pengertian UKM/UMKM yang akan memberikan masukan dan memberikan motivasi kepada pelaku umkm untuk tumbuh dan lebih maju. Adapun pentingnya pendampingan umkm agar naik kelas yaitu :


1. Membantu memberikan solusi bagi setiap masalah UMKM


Setiap pelaku umkm banyak sekali yang mengalami masalah namun juga banyak sekali yang tidak dapat menemukan solusinya sehingga dengan pendampingan maka dapat mempermudah pelaku usaha untuk berkomunikasi dan berkonsultasi secara intensif mengenai solusi masalah yang dihadapi. Dengan memberikan ruang yang lebar terhadap proses pendampingan ini maka akan lebih menguntungkan para pengusaha umkm itu sendiri.


2. Memotivasi pelaku UMKM


Memberikan motivasi pada pelaku umkm agar memiliki kepercayaan diri dan keyakinan pada kemampuan yang dimiliki. Motivasi ini akan selalu diberikan oleh konsultan pendamping sehingga menumbuhkan motivasi dalam diri bagi pelaku usaha itu sendiri. Terkadang perlu adanya motivasi dari orang lain dalam menstimulasi motivasi dalam diri pengusaha umkm. Disamping itu jika mengalami sebuah kegagalan dalam proses maka selalu tabah dan tetap kuat serta masih tetap memiliki mental wirausaha ukm yang kuat


3. Membantu menaikkan omset usaha


Memiliki kenaikan omset penjualan membutuhkan sebuah strategi jitu dimana hal itu bisa dirumuskan melalui sebuah komunikasi dalam berbagai pandangan yang melibatkan konnsultan pendamping umkm sehingga akan dihasilkan sebuah strategi yang tepat. Maka peran pendampingan bisa menaikkan omset usaha jika semua aspek bisa disusun dan dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tahapan prosedur dan tujuan yang diinginkan.


4. Memfasilitasi pengusaha dengan berbagai stakeholder


Pelaku umkm pasti membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik itu dari lembaga keuangan, pemerintah pusat maupun daerah dan stakeholder lainnya dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan untuk kemajuan umkm itu sendiri. Dalam hal ini setiap umkm belum tentu dapat mengakses semuanya secara maksimal sehingga memerlukan fasilitasi melalui pendampingan umkm.


Agar mampu bersaing dengan pebisnis dari negara-negara lain, maka UMKM harus naik kelas dengan meningkatkan kualitas SDM dan produknya. Untuk itu peran konsultan pendamping kumkm mutlak diperlukan. Dengan penerapan MEA, perlu dilakukan Akselerasi dalam penyiapan UMKM di era MEA. Demikian juga pentingnya bagi pendamping untuk juga naik kelas melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi konsultan bisnis atau pendamping KUMKM.


Melalui pendampingan, Koperasi dan UMKM diharapkan terus memacu kinerja koperasi dan usaha kecil dan menengah (UMKM) agar cepat “naik kelas”, tidak hanya kuantitas namun juga kualitasnya. Para pelaku usaha mikro dapat meningkatkan produktivitas usahanya melalui koperasi, sehingga makin banyak yang dapat “naik kelas” menjadi pengusaha kecil. Demikian juga pengusaha kecil, diharapkan semakin banyak yang naik kelas dan yang menengah menjadi pengusaha besar. Kalau di Provinsi Sulawesi Selatan jumlah UMKM sebanyak 916.232 unit, kalau setiap tahun naik kelas sebesar 3 persen per tahun saja, maka setiap tahun UMKM di Sulawesi Selatan terdapat UMKM naik kelas sebanyak 27.487 unit. Semoga